Di pabrik yang memproduksi komponen presisi, rangka gantry presisi XYZ bagaikan "plotter super", mampu melakukan pergerakan presisi pada skala mikrometer atau bahkan nanometer. Alas granit adalah "meja stabil" yang menopang "plotter" ini. Bisakah keduanya benar-benar "bekerja dalam harmoni sempurna" ketika dipasangkan bersama? Hari ini, mari kita ungkap misteri di baliknya.
Mengapa mereka disebut sebagai "pasangan yang sempurna"?
Granit bukanlah batu biasa. Ia bagaikan "prajurit heksagonal" di dunia material:
Kapasitas peredaman guncangan yang luar biasa: Granit memiliki kepadatan yang sangat tinggi, dan struktur internalnya seperti "potongan puzzle yang rapat". Ketika rangka gantry bergerak cepat dan bergetar (seperti saat mengerem mendadak ketika sedang berjalan), granit dapat menyerap lebih dari 90% energi getaran, memungkinkan rangka gantry untuk dengan cepat "berdiri tegak". Misalnya, saat mengasah lensa optik, setelah menggunakan alas granit, amplitudo getaran rangka gantry berkurang dari 15 mikron menjadi 3 mikron, dan presisi lensa meningkat pesat.
Tidak takut dengan "gangguan" suhu: Rangka gantry akan memanas setelah pengoperasian jangka panjang. Material biasa akan "mengembang dan berubah bentuk" ketika dipanaskan, tetapi koefisien ekspansi termal granit hanya seperlima dari baja! Bahkan jika suhu di bengkel berubah sebesar 10℃ dalam sehari, deformasinya hampir dapat diabaikan. Material ini dapat menopang rangka gantry dengan kuat dan memastikan bahwa kesalahan pemosisian tidak melebihi 2 mikron.

Apakah mereka juga akan "mengalami konflik"? Isu-isu ini perlu diperhatikan!
Meskipun keduanya "sangat kompatibel", jika tidak direncanakan dengan baik pada tahap awal, "ketidaksesuaian dengan lingkungan setempat" juga dapat terjadi:
Rasa malu karena "antarmuka tidak cocok"
Rel geser dan rel pemandu pada rangka gantry perlu dipasang dengan tepat di lubang-lubang pada alas. Jika penyimpangan lubang pada alas melebihi 0,01 milimeter (lebih tipis dari sehelai rambut manusia), rangka gantry dapat miring saat dipasang dan macet saat digerakkan. Sama seperti ketika sambungan puzzle tidak cocok, sekeras apa pun Anda mencoba, tetap tidak akan berhasil.
Bahaya tersembunyi dari "ketidakseimbangan berat badan"
Rangka gantry besar itu berat dan "kuat". Jika dasar granitnya tidak cukup kokoh (dengan kekuatan tekan kurang dari 120 megapaskal), maka dapat retak di bawah tekanan berat jangka panjang. Ini seperti menopang batu besar dengan cabang-cabang kecil. Cepat atau lambat, akan patah.
Masalah "ekspansi dan kontraksi termal yang tidak sinkron"
Tingkat pemuaian rangka gantry logam dan granit saat dipanaskan berbeda. Dalam lingkungan dengan perbedaan suhu yang besar, keduanya dapat "bersaing" satu sama lain untuk menghasilkan tegangan, menyebabkan peralatan menjadi tidak stabil, seperti halnya bagian-bagian yang terbuat dari bahan berbeda "berjalan sendiri-sendiri" pada suhu tinggi.
Bagaimana cara membuat mereka "bekerja sama dengan sempurna"?
Jangan khawatir. Ada solusi untuk masalah-masalah ini:
Dudukan yang dibuat khusus: Ukur berat rangka gantry, posisi lubang pemasangan, dan data lainnya terlebih dahulu, lalu minta pabrikan untuk membuat dudukan khusus guna memastikan bahwa kesalahan pada setiap posisi lubang tidak melebihi 0,005 milimeter.
Perkuat dan tingkatkan pondasi: Pilih granit dengan kekuatan tekan yang lebih tinggi (≥150 megapaskal), dan juga rancang struktur sarang lebah di dalam pondasi, seperti sarang lebah, yang tidak hanya mengurangi berat tetapi juga meningkatkan kapasitas menahan beban.
Pasang "Pelindung Kontrol Suhu": Tambahkan lapisan gasket fleksibel di antara alas dan rangka gantry untuk menyerap tekanan termal; Atau pasang pipa pendingin air untuk menjaga variasi suhu dalam batas 1℃.
Waktu posting: 17 Juni 2025
